Halaman

Minggu, 27 Januari 2013

Awal di 2013

Masih di bulan Januari 2013, hujan angin serta banjir melanda Jakarta. Alhamdulillah Kampung Ilmu tetap melaksanakan kegiatan belajar walaupun beberapa siswa terpaksa tidak masuk karena satu dan lain hal.

Berikut adalah foto-foto suasana belajar dari Oktober 2012 s/d hari ini 27 Jan 2013 :












Demikian beberapa gambar sederhana dari anak-anak Kampung Ilmu, untuk para DONATUR kami ucapkan banyak terima kasih dan semoga selalu dalam LindunganNYA. Amin

Senin, 25 Juni 2012

Bekasi Juni 2012

       Setelah program Semarang berjalan, hadir pemikiran untuk membuat hal serupa di daerah Bekasi- Jawa Barat. Diliat dari aspek usia, pendidikan dan penghasilan daerah yang menjadi target kerja, akhinya diputuskan untuk membuat tim kecil untuk membagi tugas terkait program yang akan dijalankan.

       Kejadian suka ataupun duka tetap terus dijalani, sukanya seperti mendapat dukungan terhadap program kerja yang diusung dan dukanya ketika mendapat kritikan dari warga sekitar yang menutup sebelah mata terhadap program kami.

Galau tapi tetap Istiqomah!!!

Update lagi @ Juli 2012

Setelah tim kecil dibuat tantangan menjadi lebih besar yaitu mendirikan sarana belajar tersebut. Diputuskan tanah 50m di Kp. Rawarotan menjadi cikal bakal Rumah Belajar dan Bermain Anak. Sumbangan yang dikumpulkan selama inipun dialihkan guna membayar tanah tersebut. terbitlah angka Rp.13.700.000, angka itu adalah angka yang harus dilunasi sampai dengan bulan Desember 2012. Tahap pelunasan ini kami sebuat sebagai tahap I.



Semarang 2011

      Perjalanan ke Semarang pada November 2011 ternyata membawa pengalaman mengasyikan serta misi yang tidak ringan. Beberapa sarana pendidikan non formal yang didirikan secara gotong royong ternyata masih membutuhkan uluran tangan.

      Melihat para siswa-siswi belajar mengaji dan pelajaran umum dengan beralaskan tanah bahkan buku pun harus bergantian satu sama lain, tentu menjadi  pertanyaan besar, apakah sudah tidak ada lagi kepedulian terhadap sesama? atau kami peduli namun kami pun hidup pas-pasan!

      Setelah mengamati selama 2 hari, akhirnya diputuskan untuk segera menginventarisir segala jenis kebutuhan agar kegiatan belajar serta mengajar menjadi sedikit lebih baik. Meja belajar, papan tulis, buku tulis, alat tulis dan buku bacaan yang ditambah, itu saja ternyata yang mereka minta. bahkan untuk sarana komputer pun mereka tidak pernah membayangkan apalagi terlintas dalam benak mereka. Uniknya di 2011 yang notabene sudah jaman digital, ternyata sekolah non formal seperti ini masih menerima bayaran berupa pisang, ubi, kadang beras meskipun lebih banyak yg gratis karena ketiadaan.

       Kembali ke Jakarta di hari ke 3,  data pun lansung diolah. Bentuk sumbangan, siapa yang menyumbang pun terus dicari, Alhamdulillah rejeki yang dikumpulkan tidak mengalami kendala yang berarti, uang sejumlah 5 (lima) juta rupiah mengalir , perlengkapan sholat dan buku agama Islam berdatangan dari berbagai donatur.

      Setelah mengadakan komunikasi dengan pihak pendidikan tersebut kami sepakat bahwa bilangan angka rupiah tadi bisa dijadikan meja, papan tulis, bangku serta rak perpustakaan. Hasilnya 2 minggu setelah itu suasana riang anak-anak kecil serta orang dewasa yang belajar pun semakin indah di dengar. Rasa syukur kepada Allah Subhanahu Wa Ta'ala  tidak henti"nya mereka panjatkan.

Semoga Semarang jadi permulaan yang baik untuk melanjukan misi Pendidikan layak Anak Indonesia di kemudian hari.

Berikut adalah beberapa gambar sederhana yang diambil dari lokasi di semarang :

Meja Belajar Lesehan
Meja Peralatan KBM


Beralaskan Tanah dan tembikar

Para Pelajar Cilik

Bangunan Sekolah I








Bangunan Sekolah II













Ruang Kelas













Wassalam,
Bang Gembul

Salam Hangat

Assalam mualaikum,

Rekans sekalian,
akhirnya hadir juga blog ini untuk berbagi cerita seputar perjuangan kecil guna menghadirkan pendidikan yang layak bagi kalangan menengah ke bawah di lingkungan terdekat dahulu.

Doakan kami selalu sabar dan dberikan petunjuk dalam membuat kegiatan ini lebih berarti.


Bang Gembul